Rabu, 12 September 2012

Belum ada Judul

Ku ingat padamu bila Fajar
Merahkan langit sebelah timur

Ku ingat padamu bila Senja
Mencium harum Bunga yg kan tidur

Ku ingat padamu bila malam
Sepi berbunga Bintang bercahaya

Ku ingat padamu bila bulan
Teduh benderang Purnama raya

Aku ingat padamu selalu,
Sampaikan aku turut kau pula

Baringkan badan dipangkuan Bumi
Tempat segala menjadi lupa




by iwans

Arti Sahabat

Arti Sahabat

seorang anak SMU yang bernama Rafi sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Rafi segera menolongnya. Rafi membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Rafi juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Rafi memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.

Di dalam rumah, Rafi ngobrol dengan dengan anak SMU itu yang akhirnya diketahui bernama Ridwan. Lama sekali Rafi ngobrol dengan Ridwan, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMU. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.

Saat lulus SMU, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Ridwan menemui Rafi, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.

“Hey, Rafi!” kata Ridwan, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”

“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Rafi balas bertanya.

“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Ridwan mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan inginbunuh diri.”
Ridwan melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”


Luangkan waktu untuk tersenyum pada salah satu orang yang tidak kau kenal.. mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap.. ^^

sumber: www.ceritainspirasi.net/arti-sahabat/#more-1707

Seratus Dolar

Seratus Dollar

Seorang motivator dunia berdiri di atas mimbar. Ya, dia memang bertugas untuk memberi motivasi kepada sebuah perhimpunan pegawai perusahaan. Ruang seminar di hotel itu penuh dengan orang. Sekitar 300 pegawai berpakaian rapi sudah berkumpul dan duduk tenang di kursinya masing-masing. Mata mereka memandang ke arah motivator itu, seakan mengharap ada pencerahan baru yang didapatkan.

Dengan tenang, motivator mengeluarkan selembar uang seratus dollar dari sakunya. Uang itu tampak masih sangat baru. “Siapa yang mau uang ini?” serunya. Semua hadirin mengangkat tangannya tanda setuju. Beberapa diantaranya sambil senyum-senyum sendiri dan bertanya-tanya dalam hati apa maksud motivator itu.

Motivator tersebut lalu meremas-remas uang seratus dollar itu. Uang yang tadinya tampak rapi sekarang sudah berubah menjadi bertekuk-tekuk tidak karuan. Motivator itu berseru lagi, “Siapa yang mau uang ini?” Serentak seluruh hadirin tetap mengangkat tangannya. Motivator kemudian menyeka keringatnya dengan uang itu, lalu menaruh uang di lantai mimbar dan menginjak- injaknya hingga kotor. “Siapa yang masih mau uang ini?” Sambil tertawa-tawa seluruh hadirin pun kembali mengangkat tangannya.

“Sahabat semua.” Kata motivator itu, “Ini adalah sebuah pelajaran berharga. Apapun yang telah saya lakukan terhadap uang ini ternyata tidak mempengaruhi keinginan Anda untuk memilikinya. Anda mau, karena Anda tahu sekotor apapun bentuknya, uang ini tidak akan berubah nilainya. Seratus dollar ini tetap seratus dollar, masih bisa dipakai untuk membeli barang, baju, atau apapun yang Anda mau.”

Dengan cukup bersahaja motivator itu melanjutkan ceritanya, “Seperti halnya hidup, mungkin Anda pernah jatuh, pernah kotor, pernah ‘menyeka keringat orang’, pernah dinjak-injak, tidak ganteng, tidak kaya, atau apalah.. Tetapi sebenarnya itu semua tidak pernah bisa merubah nilai Anda sebagai seorang manusia. Sekali dilahirkan sebagai seorang manusia, selamanya Anda tetap menjadi manusia, sama seperti saya, bagaimanapun bentuknya.”

Setelah menghela nafas, motivator itu berkata lagi, “Anda bernilai dan berharga bagi orang- orang di sekitar Anda. Anda memiliki peran penting di dalam kehidupan di sekitar Anda. Anda adalah sosok yang spesial dan bernilai tinggi, terutama bagi orang- orang yang menyayangi Anda. Bahkan jika sudah tidak ada lagi yang menyayangi Anda, Anda tetap istimewa bagi Dia yang menciptakan Anda.”

sumber: www.ceritainspirasi.net/seratus-dollar/

Selasa, 31 Juli 2012

Email Anak SMP

foto2165.jpg
Email Anak SMP


Cerita ini berawal ketika seorang pemuda melamar menjadi cleaning service di sebuah perusahaan. Perawakannya yang kecil sangat mirip dengananak SMP walaupun usianya sudah dua puluh tahun. Tetapi bukan hanya penampilannya, pemuda itu benar-benar cuma lulusanSMP. Makanya, dia memilih melamar jadi cleaning service saja.
Hari itu adalah hari yang teramat berat bagi mantananak SMP itu. Pertama-tama ia harus menjalani tes wawancara, kemudian tes penggunaan alat- alat pembersih modern yang tidak ia mengerti, belum lagi tatapan mata para pengawas yang terlihat seperti sangat meremehkan perawakannya yang mirip anak SMP.
Akhirnya tes hari itu pun berakhir, seorang pegawai personalia menemuinya lalu berkata, “Oke, cukup untuk hari ini, tolong isi formulir ini. Jangan lupa untuk mengisi email, karena kami akan mengumumkan hasil tes ini lewat email.”
” Pak, maaf, saya tidak punya email.” Jawab pemuda itu.
“Ya sudah, maaf juga, berarti Anda belum layak untuk bekerja di perusahaan Teknologi Informasi ini.” Kata pegawai personalia itu.
Dengan kecewa, mantananak SMP itu pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, tiba- tiba tetangganya menemuinya. Tetangga itu bercerita bahwa ia punya sebuah pohon mangga yang berbuah lebat, tetangga itu meminta tolong pemuda itu untuk menjualkannya di pasar. “Nanti hasilnya 60 persen buat kamu, 40 persen buat aku. Gak banyak kok, paling- paling cuma sekitar 10 kg.”
Pemuda itu pun menyetujuinya dan segera membawa mangga-mangga itu ke pasar lalu menjualnya. Setelah semuanya terjual, pemuda itu menemui tetangganya lagi dan mengambil 60% bagiannya. Dia malah dapat ide, dia menemui tetangga yang lain yang masih punya pohon mangga lalu membelanjakan semua uangnya untuk membeli mangga tersebut dan menjualnya lagi ke pasar. Dia sangat senang ketika melihat uang di tangannya menjadi berlipat ganda.

Hal ini akhirnya rutin ia lakukan. Bukan hanya mangga, mantananak SMP itu mulai mencari alternatif lain. Rambutan dan buah- buahan lain juga turut masuk daftar dagangnya. Lambat laun, ia memiliki gerobak untuk membawa buah-buah itu. Kemudian ia bisa membeli mobil pickup pada tahun berikutnya. Lama-lama, bisnis dagangnya tumbuh besar. Ia akhirnya menjadi seorang distributor buah yang cukup kaya.

Pada suatu hari seorang sales website menemuinya dan menawarkan berbagai keuntungan jika membuat website. Di akhir perbincangannya, sales itu bertanya dengan sopan, “Kalau boleh tau, apa email bapak?”

“Saya tidak punya email.” Jawab pemuda mantan anak SMP itu.
“Wah, seharusnya pedagang sebesar bapak sudah punya email. apakah bapak tahu manfaat email?” tanya sales dengan sopan.

Jawab pemuda lulusan SMP itu, “Setahu saya, jika saya punya email, mungkin saat ini saya hanya menjadi seorang cleaning service di kantor Anda.”


sumber: http://ceritainspirasi.net/email-anak-smp

by iwans

Senin, 23 Juli 2012

Wanita

Wanita


Biar saja kumbang rindu setetes madu

Tapi hentikan mabuknya di gerbang pertemuan

Fitrahmu kilau keemasan

Sampai tiba saat perkawinan

Seikat kembang dan do'a sepasang cincin

Biar iri kumbang-kumbang dengan goda

Terjaga ia, tetap terjaga wanita dari manis dunia

Walau hidup tiada sempurna bagai Surga

Tetapi wanita tetap terjaga sebagai wanita

By iwans


Retak

Retak


Senyum hatiku,Senyum

Sorak hatiku,Sorak

Kupetik kembang sekuntum

Walau hati rasakan retak

Mawar memang sedang berkembang

Berhias indah kelopak

Tetapi diriku ini wahai Sayang

Dikenang orang sekalipun tidak

Kutatap luas angkasa membentang

Awan sedang cerah memanja

Tetapi diriku wahai Bintang

Umpama punggung merayu purnama

by iwans

Bimbang

Bimbang


Dimata air didalam kolam

Kucari jawab teka-teki Alam

Dikawan awan kian kemari

Disitu jua jawabnya kucari

Diwarna bunga yang sedang berkembang

Kubaca jawab penghilang bimbang

Kepada gunung penjaga waktu

Kutanya jawab kebenaran,tentu

Kedalam hati Jiwa sendiri

Kuselam jawab namun tak tercari

Hatiku haus akan kebenaran

Berikan jawaban dihatiku sekarang


by iwans

Puisi Untukmu

Puisi Untukmu

Puisi yang kujanjikan dulu hanya serupa embun

Begitu cepat datang dan pergi sebab Matahari

Walau bening tetap saja sesaat isi Puisi

Selanjutnya menetes entah kemana ia

Atau terlupa karena terlalu siang Bangun kita

Puisi yang kau harapkan entah serupa apa

Polos bagai Anak kecil yang tak tau akan dosa

Atau setaman wangi Bunga

Aku takut kau kecewa,karna puisi tlah lama pecah

Kata-kata berhamburan disapu Angin

Makna berlarian dikejar Mimpi hitam perjalanan

Sebab kita terlalu jauh

Puisi penuh Makna melampui beda bahasa Jiwa

Menyebrang lautan lewati hari-hari sepagi tetes Embun

Pahami sebenar-benarnya isi puisi


by iwans

Senandung Api

Senandung Api


Selama nafas masih mengalun

Selama jantung masih memukul

Wahai api

Bakarlah jiwaku

Biar mengaduh,Biar mengeluh

Biar jiwaku habis terlebur

Rasa sesak menyatu dikalbu

Hanya nyanyian semata bunyi jeritku

Nikmat rasa api membakar

Sungguh aku tlah mati dalam hidup

Mati hati dalam kesunyian Abadi

Iwans Blog

Assalamu alaikum sobat Ini adalah posting pertama saya dan sebagai test posting diblog ini.saya bingung mau menulis apa karna saya baru belajar ngeblog,untuk itu saya minta bimbingannya dari sobat2. Apabila sobat punya banyak waktu luang cobalah untuk mengunjungi blog ini lagi, siapa tau sobat bisa menemukan sesuatu yg selama ini sobat cari ada disini misalnya, keris, batu akik, jimat dan barang keramat lainnya, atau mungkin anda yg sedang galau luar biasa, sobat bisa rileksasi dgn minum segelas teh/kopi sambil membaca artikel saya dijamin sobat akan tambah galau.
Pokoknya buat sobat yg sdh mengunjungi blog 'iwans elit' saya doakan mudah2an diberi kesehatan, rizki yg berkah, dimudahkan dlm segala permasalahan, dan Buat sobat2 yg masih jomblo mudah2an cepet dpt pacar.
Blog 'iwans elit' ini saya buat hanya untuk sekedar hobi dan mengisi waktu luang saya, apabila ada artikel yg menyimpang dan gak nyambung ataupun susah dipahami mohon dimaafkan atas segala kekurangan saya, itu dikarenakan saya bukanlah seorang yg ahli menulis dan minimnya pengetahuan saya didalam dunia coret menulis.
Sebenarnya saya punya keinginan mengadakan sebuah pesta besar dlm meresmikan blog ini dan mengundang beberapa pejabat negara seperti, presiden beserta wakil dan istri, mentri kehutanan beserta staf, jaksa agung beserta jaksa penuntut, dirut BI beserta brankas, dirut pertamina beserta mobil tangki, sebagai keamanannya saya mengundang polisi militer bersenjata lengkap dan TNI AU dgn pesawat tempur, namun setelah melalui proses berpikir yg panjang saya urungkan niat tersebut karna status saya hanya rakyat kecil tdk mungkin mengundang pejabat yg ada didlm daftar diatas apalagi saat ini saya adalah seorang pengangguran yg bisa dibilang cukup sukses pasti kendala utama yg akan saya hadapi adalah masalah biaya.
Cukup sekian yg bisa saya sampaikan hari ini apabila ada kekurangan silahkan mencari tambahan sendiri. Salam manis buat keluarga dirumah. Wassalamu alaikum